Selama gw berkuliah akhirnya gw menemukan sebuah mata kuliah yang menarik hati gw. Baru pertama kali gw mengikuti kuliah ini dan langsung tertarik. Mata kuliah baru ini namanya filsafat manusia. Ya aneh emang, aneh-aneh aja gw bilang gw suka filsafat hehe. Tapi, kayaknya gw jatuh cinta deh sama barang yang satu ini.
Gw masuk agak telat dan gw amat sangat bersyukur karena entah bagaimana gw jadi harus duduk di depan hehe. Pada awalnya gw males, takut juga mendengar kabar-kabar tentang mata kuliah filman ini. Kayaknya mengawang-ngawang banget dan nggak jelas. Nyokap gw nggak suka banget sama yang namanya filsafat. Makin kan mind-set gw gabagus aja tentang hal ini.
Ni mata kuliah isinya ngomong, ngomong, dan ngomong aja. Dosennya si Mas Dicky Pelupessy, orangnya mirip CHRIS JOHN lho, gw sampe takut melakukan keributan, nanti bisa-bisa gw malah ditinju, haha berlebihan. Dia baik orangnya, soalnya dia meladeni terus pertanyaan-pertanyaan gw. Ya mata kuliah ini mengundang pertanyaan banget dari gw, gw tertarik banget, tapi gw nggak yakin nilai-nilai gw nantinya bagus haha.
Baru pertama kali kita udah dikasih tugas. Tugasnya sederhana sih, gw disuruh mengkaji salah satu gejala masyarakat yang ada dengan sudut pandang teosentrisme, sosiologisme, biologisme, dan antroposentrisme. Gw semangat banget ngerjainnya, nggak tau kenapa tapi emang semangat aja, cinta banget deh gw sama filman hehe.
Gw sempet bingung mau ngambil gejala apa. Temen-temen kayaknya udah pada mau selesai dengan berbagai macam topikyang mereka punya. Akhirnya karena gw heran melihat si mbak dan si mama yang setiap hari heboh ngeliatin infotainment dengan khidmatnya,gw memutuskan untuk mengambil topik ini sebagai bahasan dari tugas pertama gw.
Coba deh dibaca tulisan gw tentang kegemaran orang-orang menonton acara gossip ini. Lucu juga ternyata di balik semua tindakan kita ada banyak alasan-alasan mendasar yang ada teori-teorinya di filsafat. Sebelumnya maaf, gaya bahasa gw mencengangkan dan membuat pingsan karena nggak bagus, nggak tertata, ya mungkin aku bukan pujangga, halah. Enjoy..
Gejala Kesenangan Menonton Acara Infotainment Dilihat Dari Sudut Pandang Teosentrisme, Sosiologisme, Biologisme, Antroposentrisme :
Sudut pandang teosentrisme memandang bahwa ada suatu kekuatan besar yang mengatur segala sesuatu di dunia, atau menurut agama yang diwahyukan, Tuhan adalah pusat dari segalanya, manusia bersifat inferior dan Tuhan superior. Didalam dunia modern ini, artis merupakan sosok yang digambarkan serba sempurna. Mereka secara fisik sangat elok, tampan dan cantik. Disamping itu dari segi materi mereka juga bergelimang kekayaan. Sehingga dalam pandangan masyarakat mereka telah menjelma menjadi “Tuhan” yang lain di bawah alam sadar mereka. Artis-artis tersebut menjadi salah satu pusat dari kehidupan mereka. Oleh karenanya segala informasi mengenai seorang artis menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi sebagian besar masyarakat. Berdasarkan penjelasan tersebut diatas, maka tidaklah mengherankan apabila masyarakat menjadi sangat menggemari semua berita yang berhubungan dengan sang artis, atau dewasa ini layak disebut infotainment, baik yang disajikan oleh media cetak, televisi maupun radio.
Sudut pandang Sosiologisme adalah sebuah sudut pandang karakteristik manusia yang menyatakan bahwa manusia pada dasarnya adalah produk hidup bermasyarakat. Individu terbentuk dari masyarakat yang ada di sekitarnya. Dalam prinsip-prinsip sosiologisme yaitu realisme, kolektivisme, holisme, dan relasionalisme, secara umum terdapat penekanan bahwa yang partikular tidak berarti, yang berarti adalah secara keseluruhan. Masyarakat memiliki kekuatan tersendiri untuk menentukan tindak-tanduk individu. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Komunikasi merupakan hal terpenting dalam menjalin hubungan sosial dalam sebuah masyarakat. Acara infotainment merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dalam masyarakat. Acara infotainment menyajikan berita-berita gossip terkini dimana hal-hal tersebut menjamur dalam masyarakat. Dengan menonton acara infotainment, seseorang bisa membangun komunikasi dengan berbagai komunitas di masyarakat sehingga seorang individu memiliki peranan di dalam sebuah masyarakat yang mengaturnya. Dengan hal ini, pola pikir dan perilaku masyarakat diseragamkan sehingga terbentuk sebuah relasi sosial yang harmonis. Dari sudut pandang sosiologisme menonton acara infotainment merupakan hal yang perlu dilakukan individu dalam sebuah masyarakat untuk membangun keharmonisan di dalam lingkungan bermasyarakatnya. Hal ini terutama cenderung mengarah ke prinsip kolektivisme dalam sosiologisme.
Biologisme merupakan aliran filsafat yang berprinsip bahwa manusia adalah makhluk hidup seperti organisme pada umumnya. Manusia memiliki dorongan untuk bertahan hidup. Secara biologis manusia menyesuaikan diri dengan tuntutan alam agar bertahan hidup. Kegiatan manusia sehari-hari dalam kehidupannya menimbulkan banyak efek negatif maupun positif terhadap kesehatan fisiknya. Kegiatan keseharian manusia yang menguras banyak tenaga dan pikiran dapat menimbulkan stress dan depresi. Manusia yang memang pada dasarnya memiliki dorongan untuk bertahan hidup dan semua aspek pada manusia adalah hasil fungsi fisiologis, termasuk pikiran. Pikiran yang sehat bisa menimbulkan kesehatan pada tubuh manusia. Menonton acara infotainment merupakan suatu hal yang sifatnya menghibur. Dengan menonton acara infotainment, seseorang dapat melampiaskan kelelahan dari segi batin, pikiran, dan fisik. Acara infotainment dapat menyegarkan kembali pikiran seseorang sehingga dapat mengurangi stress dan depresinya. Dengan berkurangnya hal-hal tersebut manusia dapat kembali sehat dan bertahan hidup. Dari sudut pandang biologisme, menonton acara infotainment merupakan salah satu sarana yang dapat dilakukan manusia untuk memenuhi dorongan bertahan hidup.
Antroposentrisme menyatakan bahwa manusia adalah pusat dari diri dan dunianya. Manusia dipahami sebagai penentu dari tindakan-tindakannya yang bertanggungjawab dengan dirinya sendiri. Manusia dipandang sebagai individu unik yang berbeda dari makhluk-makhluk lainnya. Manusia adalah penentu nilai-nilai di dunia berdasarkan pemaknaanya terhadap dunia. Dalam sudut pandang ini disebutkan bahwa manusia memiliki sikap ingin tahu dan ingin memaknai hidupnya. Menonton acara infotainment dapat memicu seseorang untuk menggali rasa keingintahuannya terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di sekitarnya. Menonton infotainment merangsang seseorang untuk mencari informasi-informasi tentang kebenaran dari gossip-gosip tersebut dari sumber apa saja dan di mana saja. Dengan hal tersebut rasa keingintahuan seseorang dapat dipuaskan dan ia dapat menentukan nilai-nilai moral dari kejadian tersebut sehingga kehidupannya menjadi bermakna.
Perbandingan empat sudut pandang filsafat dalam tingkah laku menonton acara infotainment Dilihat dari sudut pandang teosentrisme, menonton acara infotainment merupakan suatu upaya untuk mengenal lebih dalam “Tuhan” mereka yang lain, yang ada di alam modern. Sedangkan dari sudut pandang sosiologisme hal ini merupakan sebuah hal yang positif untuk menjalin komunikasi. Dalam biologisme kegiatan ini dapat dijadikan salah satu sarana untuk mengurangi depresi dan stress, dan dari sudut pandang antroposentrisme, menonton acaran infotainment dapat menjadi salah satu cara untuk memuaskan tingkat keingintahuan seseorang dan setelah itu ia dapat menentukan nilai-nilai moral penting dalam kehidupannya.

Recent Comments