Posted by: saskhyaauliaprima on: July 5, 2008
Beberapa hari yang lalu bapak gw semangat banget menunjukkan salah satu email yang dia dapet dari temennya. Niat banget sampe di-print segala. Menurut dia isinya lucu dan menyuruh gw untuk memahaminya.
Pas gw baca agak sedikit ketawa sih, nggak deng banyak haha. Judulnya matematika abad 22. Isinya lucu, isinya tentang persamaan-persamaan matematika gitu, tapi variabelnya diganti pake kata kerja sama subjek. Isinya menjelaskan kegiatan yang umumnya dan mungkin juga harusnya dilakukan pria dan wanita.
Dibuat persamaan antara pria dan wanita dengan keledai. Gw juga nggak tau kenapa harus keledai bandingannya. Yah yang kepikiran itu mungkin atau ya image keledai yang kita kenal selama ini kan nggak jauh asosiasinya dari binatang yang bodoh. Berikut ini gw tuliskan persamaan-persamaan yang dikirim sama temennya bapak gw itu.
Persamaan 1
Manusia = makan + tidur + kerja + hura-hura
Keledai = makan + tidur
Maka,
Manusia = Keledai + kerja + hura-hura
Maka,
Manusia – hura-hura = Keledai + kerja
Maka,
Manusia yang tidak tau hura-hura = Keledai yang bekerja / Kerja seperti
Keledai
Nah, dari persamaan pertama ini bisa dilihat secara umum dalam hidup yang paling sering dilakukan manusia dalam kesehariannya memang makan, tidur, kerja, dan hura-hura. Karena keledai emang binatang ya setiap hari yang pasti dikerjakan emang makan dan tidur.
Soalnya menurut persamaan tersebut kan kalau keledainya bisa hura-hura nanti jadi manusia, jadi apakah iya sebenernya setiap harinya ada sisi dari seekor keledai dalam diri manusia? Nah, pengangguran yang tidak melakukan apa-apa dan hanya diam di rumah, makan, dan tidur itu berarti keledai berwujud manusia? Apakah benar? Ya gw juga nggak berani menegaskan begitu sih. Kan siapa tau ada orang-orang yang memilih untuk hidup menjadi seperti keledai bukan?
Manusia yang tidak tau berhura-hura sama dengan keledai yang bekerja. Wah berarti keledainya rajin? Keledai pekerja keras? Tapi setelah dipikir-pikir karena mungkin emang keledai kelewat bodoh, iya-iya aja disuruh ngapain aja, pasrah aja, ikut aja, gitu terus. Sama kan sama orang yang bekerja terus tanpa henti? Entah apa yang dikejar, mereka bekerja tiada henti, mungkin maksudnya agar bisa hidup bahagia dan sejahtera, tapi coba deh dipikir lagi, kalau mereka nggak pernah hura-hura sedikitpun bagaimana bisa merasa bahagia, mungkin wajah-wajah pekerja terlalu keras ini akan mengerut setiap harinya dan sulit tersenyum, bisa jadi hidupnya malah tertekan kan? Lama-lama jadi sebodoh keledai. Jadi hura-hura sedikitlah teman-teman jangan belajarrrrrr mulu, serius banget, ntar sama kayak keledai deh haha.
Persamaan 2
Pria = makan + tidur + cari duit
Keledai = makan + tidur
Maka,
Pria = Keledai + cari duit
Maka,
Pria – cari duit = Keledai
Maka,
Pria yang tidak tau cari duit = Keledai
Nah ini salah satu persamaan favorit gue. Emang bener udah ada di hukum agama juga, pria wajib bekerja menafkahi istrinya. Jadi gw setuju banget kalau pria-pria di dunia ini harus tau caranya mencari uang, cari cara secerdas-cerdasnya supaya nggak disamakan sama keledai haha.
Benar kan? Pria yang nantinya akan memimpin sebuah keluarga dan mereka yang menghidupi seluruh anggota keluarganya. Kalau istri berpenghasilan dan bekerja kan hasil uangnya berjenis bantuan bukan kewajiban. Dimana bisa dikatakan bantuan itu seIKHLASnya, jadi mau dikasih apa enggak ke suaminya itu kan terserah, egois HAHA. Salah satu temen gw yang cantik dan cerdas bernama Tami (cie…) pernah bilang gini, “Duit istri, duit istri, duit suami, ya duit istri.” Gitu katanya, dan gw cukup tercengang juga dengernya, dan habis itu kita tertawa ramai-ramai. Gw nggak tau juga bener apa enggak ya?
Persamaan 3
Wanita = makan + tidur + belanja & habisin duit
Keledai = makan + tidur
Maka,
Wanita = Keledai + belanja & habisin duit
Maka,
Wanita – belanja & habisin duit = Keledai
Maka,
Wanita yang tidak tau belanja & habisin duit = Keledai
Kalau persamaan yang ini gw ada suka ada enggaknya nih, tapi nggak apa-apa sih. Emang sih umumnya wanita-wanita senang menghabiskan uangnya untuk belanja entah untuk kebutuhannya atau ya sifat konsumtif semata aja dan itu nggak bisa dipungkiri banget.
Gw pernah baca buku Why Men Don`t Listen and Women Can`t Read Maps, di situ juga dijelasin kalau belanja itu ada dalam bagian otak wanita, namanya bagian love of shopping, cukup besar pula proporsinya, kalau nggak salah di bagian bawah. Tapi di buku Psikologinya Carole Wade dan Carol Tavris memang ada perbedaan antara otak wanita dan otak pria dari aspek anatomisnya seperti otak wanita memiliki lebih banyak sel korteks yang berhubungan dengan pemrosesan informasi auditif, perbedaan ukuran korteks frontal, perbedaan jumlah lipatan kortikal di lobus frontal dan parietal, dll.
Intinya, sebenarnya perbedaan bagian di otak ini mempengaruhi pria dan wanita dengan kemampuannya mengerjakan tugas-tugas tertentu, contohnya adalah kebanyakan wanita memiliki kemampuan verbal yang lebih tinggi daripada pria dan kebanyakan pria lebih pandai dalam matematika ketimbang wanita. Untuk hal-hal yang sifatnya khusus seperti shopping, gossip, romance, sports, dll itu belum pasti benar dan bisa dibuktikan secara ilmiah ada bagian-bagiannya secara anatomis. Bisa saja ada pria-pria yang juga suka menghabiskann uangnya dengan berbelanja, sekali lagi gue juga nggak bisa memastikannya.
KESIMPULAN:
Dari Persamaan 2 dan Persamaan 3 :
Pria yang tidak tau cari duit = Wanita yang tidak tau belanja & habisin
duit.
Kata lain :
Pria cari duit AGAR wanita tidak menjadi Keledai ! (Postulat 1)
Dan, Wanita belanja & habisin duit AGAR pria tidak menjadi Keledai !
(Postulat 2)
Jadi, kita sampai pada ….
Pria + Wanita = Keledai + cari duit + Keledai + belanja & habisin duit
Maka … dari Postulat 1 dan 2, kita dapat simpulkan :
Pria + Wanita = 2 Keledai yang hidup berbahagia selama-lamanya. ..!!!!
Ini kesimpulannya, happy ending bukan? Lucu juga tapi dengan pernyataan pria yang tidak tau cari duit disamakan dengan wanita yang tidak tau belanja dan menghabiskan uang. Mungkin maksudnya jadi melas aja, hidupnya jadi nggak jelas buat apa karena nggak tau hal-hal yang pada umumnya dilakukan.
Menguntungkan banget nih pria cari duit supaya wanita nggak menjadi keledai dan wanita menghabiskan duit agar pria tidak menjadi keledai . Tapi ya balik lagi ke kewajiban pria sih, emang pria harus mencari nafkah bukan? Kan itungannya KEWAJIBAN tuh haha.-fin
hahaha sas gue baru baca tulisan lo yang ini.. ringan tapi berbobot (ngerti kan lo maksudnya?)..apalagi persamaan2nya hahaha gue seneng banget men bacanya! nyengir2 sendiri gitu.. setuju gue sama persamaanny!
ksimpulannya asik ya,sas. brarti kalo pria kawin sama wanita, hidup bahagia selama2xnya. lo mending bikin persamaan utk org2x gay dan lesbi,sas
sas.. beberapa bulan ini kan gue nganggur, gak produktif sama sekali.. kerjaannya makan dan tidur..
gue keledai ya.. huhuhu tapi iya juga sih aah gila gak guna banget hidup gue
first thing first..
makaasii buat compliment nyaa.. terhadap gw.. hahahah.. but then i wanna clarify sumthin, i did said sumthin like that, but in these words..
“uang mama, uang mama, uang papa yaaa uang mama..”
haha.. and it’s for real.. and i personally think that women of all the genders, should ultimately get this privilege.. yup hail women!!
one more thing.. maybe this is why i bet 99% of the women all around the world would prefer to marry money.. the other 1%, even though they say they would seek love first.. but love for what?? your husband?? with money of course darling.. since last time i check, you can’t eat love.. no matter how hard you try.. furthest thing you could get is eat heart (makan ati).. haha.. or like fergie says and i quote carrie bradshaw.. women (in new york for example) would crave for lables ( manolo, louis, you know what i’m sayin’..)rather than for love.. well, in fact, the title for the song, is labels or love.. labels come first.. ciao!!
so yes.. listen fellow women.. remember that line above.. and you would live happily ever after..
Yup, memang menurut agama, suami wajib menafkahi (materi) istri, sementara istri berhak menafkahi balik suami. Mungkin inilah alasan mengapa banyak pesohor perempuan yang kawin-cerai — karena ketimpangan dalam pendapatan dan tumpang tindih kewajiban untuk menafkahi.
Menurut saya, kombinasi yang baik adalah suami yang ofensif dan istri yang defensif. Suaminya pintar cerdas dan agresif cari rejeki, sementara istrinya pintar menghemat anggaran dan pengeluaran. Kalau sudah begini, biasanya keluarganya makmur dan bebas dari masalah-masalah keuangan.
haha, keluar deh kata2 bijak mas “ekonom” nofie. baik laki maupun bini harus pinter2 manage keuangan masing2, apalagi dlm keluarga dimana sequence expenditure suka “nambah” .. hehe
Kenapa harus abad abad 22 ya?
tRUS sedikit nambahin
Pria + Wanita = Keledai + cari duit + Keledai + belanja & habisin duit
Dari Postulat 1 dan 2, kalo kesimpulannya demikian berarti berlaku sifat komutatif pada operasi penjumlahan. Maka kita dapat simpulkan :
Pria + Wanita = Keledai + Keledai + cari duit + belanja & habisin duit
Pria + Wanita = 2 Keledai + cari duit + belanja & habisin duit
jadi menurut gw ga pria ga wanita kalo dah menikah, 22nya cari duit dan 22nya suka belanja dan ngabisin duit, tanpa mengenyampingkan kewajiban dan kodrat masing-masing sebagai suami dan istri. Bener kata atrix, kalo ga mau cuma jadi keledai, 22nya pinter manage keuangan. hehehe…
July 6, 2008 at 9:34 am
haha kocak abis persamaannya. setuju gue. semoga aja gue ga kawin sama pria keledai.