Mencoba memahami dulu aja..

Komik strip di atas gw ambil dari sini. Kebetulan gw lagi iseng-iseng buka buku-buku kuliah gw dan menemukan gambar tersebut dan dibawahnya tertulis kalimat ini : Kita selalu mencoba memahami orang lain, tapi tak selamanya berhasil.
Yah, akhir-akhir ini gw banyak berpikir mengenai menerima dan memahami orang-orang di sekeliling gw. Gw rasa itu penting, selain untuk berlatih kesabaran, melatih balance gw, dan lagi-lagi ya gw kuliah psikologi, mutlak kan gw harus akrab dengan aktivitas memahami haha.
Beberapa hari yang lalu gw menelfon seorang teman gw dan mengoceh-ngoceh agak lama perihal kesulitan gw memahami seseorang. Gw nggak mengerti dengan semua yang dilakukan ke gw, nggak tau motifnya, tujuannya, dan semua hal lainnya. Ngeselinnya, gw penasaran banget dan gw nggak bisa apa-apa hahaha. Mungkin yang gw rasakan ini bukan hal baru yang sering kedengeran di sekeliling gw, tapi baru buat gw. Dulu gw sering banget denger temen-temen gw cecurhatan bilang, ”Si A maunya apa sih kadang dateng kadang pergi?”, ”Si B kenapa sih diem-diem aja nggak ngapa-ngapain?”, dan serentetan hal lainnya yang berhubungan dengan bagaimana mengetahui sebenarnya apa yang sedang dipikirkan atau diinginkan orang lain. Belakangan setelah dipikir-pikir, itu penting banget buat kehidupan.
Kenapa dipikirin? Soalnya mungkin dia signifikan buat kehidupan kita kan? Ada sesuatu yang meaningful dari orang itu ke kita kan? Sederhananya, kita butuh untuk tau sesuatu dari dia karena kita jadi tau kita harus bersikap apa ke dia. Jadi kita nggak salah untuk menempatkan diri, nggak salah sangka, dan juga bisa membuat orang nyaman sama keberadaan kita. Ujung-ujungnya hubungan sosial dan komunikasi bisa lancar kan? Nyaman kan? Sama aja kalo gw businessman, gw harus tau target market gw butuhnya apa. Nggak memahami orang lain gw yakin akan menyiksa kita perlahan-lahan, selain jelas banget kita akan menyiksa orang yang nggak kita pahami itu.
Tadi pas kuliah, mas dosen sempet bilang, ”Memahami seseorang bisa disamakan seperti memahami isi sebuah buku, liat dulu judulnya, liat sinopsisnya, baca satu per satu detail, baru kamu bisa mendeskripsikan apa isi dari buku itu.” Gw diem sebentar dan mengetuk-ngetukkan pulpen gw sambil berpikir kalo orang kan bukan buku ada tulisannya jelas dari awal sampe akhir haha iya sih gw ngerti maksud Mas Dosen. Dia bilang untuk memaknai sesuatu bisa dilakukan dengan memperhatikan garis besarnya sekaligus memahami detail-detailnya, jadi nggak bisa sepotong-sepotong, sama aja kayak memahami keindahan setangkai bunga kan nggak harus dibedah-bedah sampe kecil-kecil semua bagiannya, ujung-ujungnya bunganya nggak berbentuk nggak bisa dinikmati dong???
Tapi komik strip itu bener juga, ada baiknya kita berpikir banyak kemungkinan, daripada nanti salah paham, GR, dan semacamnya. Nggak baik untuk kesehatan mental terutama. Susah ternyata mau menyimpulkan semuanya, ntar salah dikit sok tau kan bahaya. Yah doakan saja seiring berjalannya waktu gw bisa memahami banyak orang, jadi gw nggak gampang geregetan hehe.-fin

Recent Comments