Archive | 10:14 am

Just a Glance #12

21 Mar

You don’t destroy people you love.” (Grey’s Anatomy). Sejenak setelah membaca hal ini gue diem, mikir, dan sepakat. I won’t destroy people that I love, never.

***

Gue anaknya kuat. Katanya gitu sih dan gue coba berkali-kali mengembalikan diri gue sendiri untuk berpikir hal serupa akhir-akhir ini. Gue banyak bergantung pada kekuatan pikiran gue, memikirkan banyak hal-hal baik dan celah-celah yang bisa gue temui untuk menjadi lebih baik lagi. Dan kemudian pada kenyataannya akhir-akhir ini gue mudah terpuruk, feeling down, dan hilang. Dengan bahasa sederhana, gue butuh emotional support yang sangat besar.

Tapi kemudian cepat-cepat gue hapus pikiran itu dari kepala gue, karena gue nggak akan membiarkan diri gue jadi seseorang yang luar biasa demanding dan senang menyalahkan lingkungan. Maybe i’m not that strong, but I’m sure I’m not a quitter.

Gue 22 tahun, sidang skripsi periodenya sedang mendekat, masalah pekerjaan,  beberapa tawaran sudah muncul dan dibukakan pintunya, hanya bagaimana gue mau melangkah aja. Gue belakangan lebih diem, nggak terlalu pecicilan, banyak bengong. Dulu tiap hari gue meledak-ledak leloncatan dimana-mana. Sekarang segala aktivitas gue terserap habis dengan drastis dan gue berusaha terus mendekat dengan hal-hal yang menjadi tujuan gue. Kendalanya, gue ciutan, cemasan, nggak berujung, dan gue butuh bantuan. Ah harusnya gue bisa sendiri ya, iya-iya.

I believe that life should be fun and meaningful. You have fun then you should fill yourself with meaningful things so you can save your life. Akhir-akhir ini juga idea of fun orang-orang berbeda, yang mana yang bisa menjadi pelampiasan secepatnya aja, taktis. Orang-orang sudah mulai berganti orientasi pada usia sekarang ini dan itu hal yang baik. Bagaimana dengan seiring bertambahnya usia orang, apapun bisa menjadi fun tanpa harus ada pelepasan adrenaline secara besar-besaran.

And meaningful. Sesuatu yang menyelamatkan orang adalah pikirannya, logikanya kan? Ayo siapapun boleh meneriaki kalo gue sok tau. Tapi Tuhan menciptakan manusia berbeda dengan makhluk lainnya karena diberikan akal pikiran, and I believe we should use it more. Kalo di mata kuliah faal, sesuatu yang terus dipikir dan dijalani dengan emosi hanya sampai pada batas hewan-hewan mamalia semacam kambing, sapi, dkk. Karena emang mereka dibatasi hanya punya sampai situ. Dan gue manusia, jadi harusnya gue bisa lebih advance cara mikirnya, harusnya.

Gue nggak mencederai fungsi perasaan, fungsi emosi, fungsi kata hati, atau hati nurani yang tidak ingin gue perdebatkan keeksitensiannya. Hanya saja akhir-akhir ini gue menyadari kalau banyak hal yang bisa sangat bias diputuskan menggunakan emosi. Salah satu faktor yang besar  mempengaruhi emosi gue akhir-akhir ini adalah ketakutan dan kecemasan. Stagnan.  Gue nggak bergerak, nggak membicarakan apa-apa, padahal gue tau gue butuh menyalurkannya.

One of my bestfriends said to me, “I let my logic wins.” , dan dia pergi meninggalkan kenyamanan yang sudah dijalankannya. Dan gue terkagum-kagum dengan keputusannya. Gue sendiri belakangan banyak berpikir mengembalikan logika gue pelan-pelan. Bagaimanapun juga kepala gue, diri gue sendiri harus bisa tersetting dengan benar sebelum gue mencoba membantu siapapun. I’m about to be back to the old me, face my fear, get on, and walk tall.

Hari ini, apa yang gue tulis sekarang sebetulnya adalah satu bagian kecil dan langkah awal dari berdamai dengan diri gue sendiri. Semoga. Gue mengharapkan perubahan yang cepat dari diri gue sendiri, berusaha menstabilkan semua hal yang ada dalam kehidupan gue. Perlahan-lahan. Gue berusaha kecil-kecil mengontrol lagi apa yang ada, entah langsung atau entah dari jauh, semua gue coba, selama itu berguna. Masalah gue sekarang satu, bagaimana gue mengatasi kecemasan gue, sukur-sukur ada yang bantu, nggak ada ya gue coba bangun sendirian.

But sometimes, I want you there, sometimes, somehow, with your complicated life and thoughts and feelings, I want you there.-fin

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.