Posted by: saskhyaauliaprima on: June 30, 2009
Entah bagaimana caranya, salah satu hal yang paling gw percaya adalah logika. Logika gw yang terpisah dari batas emosi apapun. Logika mentah gw. Gw akan frustasi setengah mati kalo-kalo gw bertindak against all my logic. Pada momen logika sama emosi gw nggak sejalan, bener-bener merepotkan.
Sesungguhnya gw benci banget yang namanya perasaan nggak bisa dinetralkan dengan logika. Mungkin bisa untuk kontrol tapi tetep aja salurannya beda dan itu mengganggu luar biasa. Perasaan gw, emosi gw adalah hal yang paling sering menjatuhkan gw seumur-umur, perkiraan tidak mendasar dan cuma karena intuisi-intuisi tertentu yang guarantee-nya eksternal. Sementara janji cuma janji, semua orang kalo punya kepentingan emang manis banget, kalo udah nggak punya? Mereka minggat aja secara dramatis? Dan gw? Gw ditemenin sama kopi lagi haha. Makanya, hal yang paling gw percaya di dunia ini adalah logika gw. Life taught me that.
Bisa salah? Tentu bisa sekali sodara-sodara, tapi paling enggak gw punya akurasi datanya. Jadi gw tau letak kesalahannya dan bisa menghentikan kata ’tapi’ dan ’kenapa’ dalam hidup gw. Secara umum, banyak hal gw menangkan atas logika gw, merasa rugi?menyesal? Well, gw udah tau dari logika gw nantinya gw akan menyesalkah atau rugikah jadinya paling gw menyendiri, berkontemplasi lagi dan lagi, mencari dan menemukan pencerahan baru harusnya gw gimana ke depannya. Percaya sama gw, itu capek banget, sejujurnya kadang-kadang gw mau menyerah aja sama logika gw. Karena gw juga nggak kuat.
“Ya sana silahkan kalo mau jalanin aja, tapi jangan merengek-rengek sama gw kalo kemudian hari lo menyesal.” Ya Tuhan bagaimana mungkin gw menjalani sesuatu yang taraf keyakinannya bisa dibilang 95% kalo significant 1 dalam hidup gw ketok palu ngomong begitu? Ngomong terserah? Logisnya, gw manusia dewasa, bisa menentukan sendiri hal yang gw ingin jalankan atau tidak. Tapi gw nggak bisa mengesampingkan mereka begitu saja. Klise kalo gw bilang orang tua selalu tau yang terbaik buat anaknya. Gw punya proposal hidup sendiri juga untuk diajuin dan didiskusikan.
Logisnya? Gw akan terus mencari titik terang, alat perang gw kurang memadai untuk dibawa ke medannya. Semuanya belum cukup. Tanpa tau pasti kapan deadlinenya. Ngeselin, bikin capek, nyakitin. Kenapa gw menjalani sesuatu yang alat perangnya belum memadai dan deadlinenya belom ada? Karena yakin sesuatu itu signifikan?
”Kadang-kadang yang dibutuhin cuma keyakinan aja.” It turns out orang yang bilang hal itu ke gw adalah orang yang mematahkan keyakinan gw untuk mengikuti feeling gw.
Hmm,
And without a doubt you`re significant for me.
Suatu hari Smita pernah bilang, ”It`s hard, but you can try.” Dan gw kembali duduk, ngopi lagi, pelarian yang nggak logis.-fin

see????
Posted by: saskhyaauliaprima on: June 14, 2009
You’re gone from here and soon you will disappear
fading into beautiful light
cause everybody’s changing and I don’t feel right
(Everybody`s changing-Keane)
So, i`m taking a deep breath and drinking my coffee now..i`m trying to close my mind but somehow just now a guy who sits next to me yelled at his friend, “GAME OVER!!”.. well it`s funny, ironically haha.

So here I am, EXHAUSTED..well done-fin
Posted by: saskhyaauliaprima on: June 11, 2009

Komik strip di atas gw ambil dari sini. Kebetulan gw lagi iseng-iseng buka buku-buku kuliah gw dan menemukan gambar tersebut dan dibawahnya tertulis kalimat ini : Kita selalu mencoba memahami orang lain, tapi tak selamanya berhasil.
Yah, akhir-akhir ini gw banyak berpikir mengenai menerima dan memahami orang-orang di sekeliling gw. Gw rasa itu penting, selain untuk berlatih kesabaran, melatih balance gw, dan lagi-lagi ya gw kuliah psikologi, mutlak kan gw harus akrab dengan aktivitas memahami haha.
Beberapa hari yang lalu gw menelfon seorang teman gw dan mengoceh-ngoceh agak lama perihal kesulitan gw memahami seseorang. Gw nggak mengerti dengan semua yang dilakukan ke gw, nggak tau motifnya, tujuannya, dan semua hal lainnya. Ngeselinnya, gw penasaran banget dan gw nggak bisa apa-apa hahaha. Mungkin yang gw rasakan ini bukan hal baru yang sering kedengeran di sekeliling gw, tapi baru buat gw. Dulu gw sering banget denger temen-temen gw cecurhatan bilang, ”Si A maunya apa sih kadang dateng kadang pergi?”, ”Si B kenapa sih diem-diem aja nggak ngapa-ngapain?”, dan serentetan hal lainnya yang berhubungan dengan bagaimana mengetahui sebenarnya apa yang sedang dipikirkan atau diinginkan orang lain. Belakangan setelah dipikir-pikir, itu penting banget buat kehidupan.
Kenapa dipikirin? Soalnya mungkin dia signifikan buat kehidupan kita kan? Ada sesuatu yang meaningful dari orang itu ke kita kan? Sederhananya, kita butuh untuk tau sesuatu dari dia karena kita jadi tau kita harus bersikap apa ke dia. Jadi kita nggak salah untuk menempatkan diri, nggak salah sangka, dan juga bisa membuat orang nyaman sama keberadaan kita. Ujung-ujungnya hubungan sosial dan komunikasi bisa lancar kan? Nyaman kan? Sama aja kalo gw businessman, gw harus tau target market gw butuhnya apa. Nggak memahami orang lain gw yakin akan menyiksa kita perlahan-lahan, selain jelas banget kita akan menyiksa orang yang nggak kita pahami itu.
Tadi pas kuliah, mas dosen sempet bilang, ”Memahami seseorang bisa disamakan seperti memahami isi sebuah buku, liat dulu judulnya, liat sinopsisnya, baca satu per satu detail, baru kamu bisa mendeskripsikan apa isi dari buku itu.” Gw diem sebentar dan mengetuk-ngetukkan pulpen gw sambil berpikir kalo orang kan bukan buku ada tulisannya jelas dari awal sampe akhir haha iya sih gw ngerti maksud Mas Dosen. Dia bilang untuk memaknai sesuatu bisa dilakukan dengan memperhatikan garis besarnya sekaligus memahami detail-detailnya, jadi nggak bisa sepotong-sepotong, sama aja kayak memahami keindahan setangkai bunga kan nggak harus dibedah-bedah sampe kecil-kecil semua bagiannya, ujung-ujungnya bunganya nggak berbentuk nggak bisa dinikmati dong???
Tapi komik strip itu bener juga, ada baiknya kita berpikir banyak kemungkinan, daripada nanti salah paham, GR, dan semacamnya. Nggak baik untuk kesehatan mental terutama. Susah ternyata mau menyimpulkan semuanya, ntar salah dikit sok tau kan bahaya. Yah doakan saja seiring berjalannya waktu gw bisa memahami banyak orang, jadi gw nggak gampang geregetan hehe.-fin
Posted by: saskhyaauliaprima on: June 11, 2009
“Men should be like coffee, hot, sweet, and strong.”
Yak gw terhenti dan tertawa membaca line tersebut di tengah kegiatan browsing gw. Hm apa mereka seperti kopi? Gawat kan kalo bener bisa nggak tidur-tidur..fokus dan makin nggak relevan sama kerjaan yang harusnya dikerjain. I found some facts about coffee :
Poin 1, nggak yakin gw pria bisa menjadi painkillers haha bisa sih emang tapi kalo mau dilihat lebih objektif. Seperti kata Mas Dewa, “Love is a state.” Tergantung state-nya hehe
Poin 2, please don`t give me 5 years, it`s just too long…semoga nggak ada korelasinya dengan mengerti seseorang butuh 5 taun astaga gw bisa sujud-sujud sama Bila yang baru aja bilang, “Patient is a virtue Sas!”
Poin 3, nggak terbukti sama sekali..pasti ada saat mereka menjadi irrelevant thought yang membuat hilang fokus pada apa yang dikerjakan haha.
Kata salah seorang senior gw : “Tapi mereka itu kebanyakan cold, bitter, and weak deh Sas.”.. Haha mungkin pas ketemunya aja kali ya. Gwpun miris banget baca komen senior gw.
Coba bisa kayak di coffeeshop kan tinggal mesen? Naif amat kalo pria = kopi haha..makanya ideal=utopis..hmm
anyway i`ve been thinking that those facts could be found in ladies too haha..
Cita-cita terbaru bisa jadi barista mungkin? hahahaha..-fin
Posted by: saskhyaauliaprima on: June 4, 2009
These things start to fool me around..at the moment i`m staring at the wall..and the worst thing is..the wall shows me nothing..The wall doesn`t give me any signs..any fortune teller`s vision..and just now, I opened my notes and found a quote “YOU WISH!”..Great, it`s all perfect.
well I know it clearly..i just need to rest my mind.
Fine, I know it`ll be like this..i knew it from the start..
Okay, i`m giving it up..hiding from those facts..facts that I need you to be around..need you to be there..isn`t it enough? Yes I know..i don`t think so..
Blame it all to me..i`ve been staying for so long…ruining your days and nights..and I have nothing to tell you..i got no reasons..i`m such a real selfish..and a big coward
Sorry, sorry, terribly sorry..
“uncertain”
Why on earth that term exists in this world?..
Ahhhh human stupidity is infinite……..-fin